Penyakit ayam, pemberian vitamin untuk ternak ayam dan penanganan panen ayam dan pasca panen ayam
PENYAKIT AYAM NEWCASTLE DISEASE (ND)
Peternakan ayam - Ayam merupakan komoditas peternakan yang sangat potensial yang bisa dikembangkan oleh siapa saja, apalagi bagi mereka yang baru lulus sekolah peternakan dengan ilmu yang mereka miliki maka sangat cocok untuk dikembangkan. Tetapi, kebanyakan budidaya ayam kampung atau ayam buras membudidayakannya secara tradisional, semisal dibiarkan ayam ayam peliharaannya berkeliaran di pekarangan rumah dengan pakan ala kadarnya dan tanpa penyuntikan antibiotik atau obat-obatan.
Maka kondisi tersebut menjadikan unggas atau ayam ayam peliharaan ini sangat rawan dan rentan terhadap serangan penyakit yang disebabkan virus. Jika kamu ingin beternak ayam lokal atau buras, sebaiknya kenali dulu beberapa penyakit mematikan, namun dalam artikel berikut ini kami hanya akan memberikan satu macam penyakit yang paling sering menyerang unggas atau ayam.
Mencegah penyakit Newcastle disease (ND) ini dengan memperketat program vaksinasi sesuai dengan tantangan virus lapangan, menjaga ayam tidak stress, serta penerapan biosekuriti ayng ketat
Penyakit Newcastle disease (ND) sampai sekarang masih merupakan masalah yang menduduki urutan yang paling atas dalam menimbulkan kematian pada ternak ayam baik ras maupun kampung. Saat ini penyakit Newcastle disease telah tersebar secara luas dibeberapa negara di dunia. Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit Newcastle disease ini adalah kematian unggas / ayam yang sangat tinggi, penurunan produksi telur serta kualitas telur dan pertumbuhan unggas termasuk ayam menjadi terhambat.
ASAL MUASAL PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE (ND)
Gejala penyakit yang timbul dari penyakit Newcastle disease pada unggas / ayam ini bermacam-macam.
2. Pencegahan
Melakukan sanitasi kandang dan lingkungan kandang ayam termasuk mencegah hewan liar masuk kandang
Kemudian bagian perkandangan, Sebaiknya kandang ayam dikelola dengan baik sehingga suasana kandang nyaman bagi ayam, antara lain jumlah ayam pada suatu luasan kandang tidak terlalu padat dan ventilasi kandang cukup.
Ciri-ciri ayam terkena penyakit korisa, yaitu sebagai berikut :
- Terjadinya penurunan produksi telur pada ayam.
- Bagian muka ayam membengkak, khususnya di daerah sinus di bawah mata.
- Ayam terlihat sulit untuk bernafas.
- Mata ayam tampak berair seperti menangis yang lama kelamaan akan menutup.
- Adanya lendir dari hidung ayam yang pertama-tamanya encer dan kemudian kental seperti nanah.
- Diare (mencret), dan
- Bau menyengat seperti telur yang sudah busuk.
Hal yang harus diwaspadai jika ayam sudah terjangkiti panyakit korisa
Tingkat kesakitan penyakit korisa bervariasi antar unggas/ayam mulai dari yang ringan, sedang sampai yang parah (muka bengkak, mata tertutup, pilek berbau busuk).
Ada beberapa hal atau tindakan yang dapat kita dilakukan terhadap unggas/ayam yang sudah terserang penyakit korisa antara lain, yaitu :
- Isolasi (memindahkan ayam yang sudah terserang penyakit korisa ke tempat yang jauh dari ayam yang belum terserang penyakit korisa).
- Pemberian obat.
- Ruang kandang ayam untuk membuang bangkai sebaiknya dijauhkan sejauh mungkin dari lingkungan kandang.
- Pemberian vitamin untuk menjaga kondisi tubuh ayam dan mengganti sel tubuh ayam yang rusak akibat dari terserang penyakit korisa.
Manfaat Vitamin Untuk Ayam Aduan
PETERNAKAN AYAM
HAL-HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN KETIKA PANEN DAN PASCA PANEN AYAM BROILER
- Membuat jadwal kandang yang akan dipanen sesuai dengan ukuran bobot badan ayam dan letak kandang.
- Penyiapan peralatan panen Ayam seperti timbangan, keranjang ayam, alat tulis, surat jalan, nota timbangan dan tali rafia.
- Sebaiknya kita membuat laporan stok ayam pedaging dan mengambil sampel dahulu untuk ditimbang, sehingga pada saat dipanen nanti akan sesuai dengan ukuran yg telah dilaporkan.
- Selanjutnya tidak memberi pakan secara penuh pada ayam broiler yang akan dipanen. minimal 8 jam sebelum dijual hidup (juga jika ayam ini dijual dalam bentuk sudah disembelih), tapi air minum harus tetap diberikan. Tujuannya supaya ayam broiler ini tidak terkontaminasi oleh pakan (termasuk baunya).
- Kondisi ayam broiler yang dipanen harus bebas dari obat-obatan atau antibiotik minimum 5-14 hari sebelum ayam ini panen, tujuannya untuk menghindari efek residual atau masih terdapatnya sisa obat-obatan yang diberikan sebelumnya di dalam daging ayam broiler ini yang tentu saja akan sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh manusia jika mengkonsumsinya.
- Suasana kandang ayam broiler dibuat senyaman mungkin salahsatunya yaitu dengan mengantung tempat makan dan minum sehingga tidak banyak makanan dan air minum yang tumpah ketika proses pemanenan terutama pada waktu proses penangkapan ayam broiler.
- Proses penangkapan ayam broiler dilakukan secara bertahap tujuannya supaya ayam yang dipanen tidak terjadi kelumpuhan karena lemas. Hal ini sangat perlu untuk dilakukan karena bisa berakibat ayam mati menumpuk (over lapping).
- Kemudian proses menangkap ayam broiler ini tidak dilakukan secara kasar karena dapat menyebabkan tulang sayap dan kaki patah bahkan lebih parahnya lagi dapat menyebabkan ayam broiler ini mati karena stres.
- Selanjutnya cara penangkapan ayam broiler yaitu dengan memegang kakinya secara perlahan-lahan jangan terlalu keras memegang, lalu dipegang dibagian dadanya dan ayam ditarik ke atas.
- Kemudian Ayam broiler ini dihabiskan dalam satu sekatan. Pada tahap ini sebaiknya anda tidak menggunakan sistem tangkap pilih untuk menangkap ayam broiler saat memanen.
- Setelah ayam broiler ini ditangkap, kemudian kedua kaki ayam broiler ini diikat dengan tali supaya bisa ditimbang secara berkelompok (dengan jumlah sekitar 4 sampai 5 ekor secara bersamaan) dan harus dicatat bobot hidupnya.
- Selanjutnya yaitu menimbang ayam broiler ini dengan menggunakan timbangan. Sebelum anda melakukan penimbangan ayam ini sebaiknya timbangan ditera terlebih dahulu tujuannya yaitu untuk mencegah terjadinya kesalahan. Sebaiknya anda tidak melakukan penimbangan pada waktu matahari terik yaitu sekitar jam 12 sampai jam 2 siang karna akan menyebabkan tingkat stres pada ayam memuncak sehingga banyak ayam broiler yang lemas bahkan mati, oleh karena itu proses penimbangan pada ayam dilakukan pada waktu sore sampai malam hari.
- Kemudian memasukkan ayam broiler yang ditimbang tadi ke dalam boks atau keranjang secara hati-hati dan tidak kasar, tujuannya untuk mengurangi resiko banyaknya ayam broiler yang diafkir akibat kaki atau sayap yang patah sehingga peternak tidak rugi.
- Keranjang-keranjang yang berisi ayam broiler tersebut kemudian dimasukkan ke dalam bak truk dan lubang ventilasi/udara yang cukup bagi ayam. Kemudian setelah selesai ditata, keranjang-keranjang yang berisi ayam broiler tersebut kemudian baru dibawa ke pengepul ayam ataupun langsung dibawa ke tempat pemotongan ayam.
- Selanjutnya mencatat semua kegiatan dari awal, seperti jumlah ayam broiler yg ditangkap dan ayam yang ditimbang. Selain itu, hal yang perlu dicatat yaitu hasil penimbangan ayam sehingga data yang dihasilkan akan tepat dan akurat.
- Kegiatan terakhir yang harus dilakukan yaitu mengecek ulang hasil data timbangan selesai proses penangkapan ayam. Karena, kalau satu timbangan saja terlewatkan karena faktor kelalaian kita, maka kerugian yang akan diderita oleh peternak setara dengan 8-15 ekor ayam. oleh karena itu, konsentrasi yg tinggi pada saat menjalankan kegiatan pemanenan ayam ini perlu diperhatikan.
- Produk sampingan dari proses peternakan ayam broiler yaitu kotoran yang dapat kita gunakan sebagai pupuk kandang / kompos. Hal yang perlu untuk kita diperhatikan pada saat penggunaan pupuk yaitu membuat lubang disekitar tanaman sebelum diberi pupuk kandang. Hal ini dilakukan supaya pupuk kandang ini tidak hilang ketika terkena hujan.
- Langkah Pertama, Ayam broiler dikeluarkan dari keranjang atau boks, setelah itu ayam broiler digantungkan di tempat penggantungan khusus dengan posisi kaki di atas.
- Langkah Kedua, Ayam broiler kemudian dipotong dan dibiarkan sampai darahnya berhenti mengalir dan ayam yang dipotong ini benar-benar sudah mati.
- Langkah Ketiga, Ayam broiler yang sudah dipotong tadi selanjutnya dimasukkan kedalam baskom atau panci berisi air panas selama 3-4 menit dan ayam ini dibolak-balik supaya panasnya merata.
- Langkah Keempat, ayam diangkat dan dicabuti bulu-bulunya sampai benar-benar bersih.
- Langkah Kelima, Ayam yang sudah bersih dari bulu selanjutnya dibawa ke ruangan lain untuk dikeluarkan isi perutnya. Kemudian pada tahap ini, bagian selain daging ayam (mulai ceker/kaki, usus, jeroan, kepala dan bagian dubur) dipisahkan dan dikumpulkan di tempat khusus. Yang nantinya, bagian-bagian ini juga akan dijual, tapi secara terpisah.
- Langkah Keenam, Daging ayam tersebut dibersihkan dengan menggunakan air yang bersih. kemudian, pada bagian daging ayam broiler sisa dari pembelahan diisi es batu dan selanjutnya ayam tersebut dimasukkan ke dalam tempat khusus berpendingin atau bersuhu rendah sebelum akhirnya dibawa ke pasar.
B. PASCA PANEN AYAM BROILER / AYAM PEDAGING
- Stoving
- Penyembelihan/Pemotongan
- Penuntasan Darah Ayam
- Penyeduhan atau Perendaman Ayam Broiler
- Pencabutan Bulu Ayam
- Pengeluaran Jeroan Ayam
- Pemotongan Karkas Ayam Broiler
- Lemak Ayam
- Kulit
- Otot
- Tulang
- melindungi bagian dalam kulit secara mekanik terdapat kemungkinan masuknya zat-zat,
- sebagai, kelenjar sekresi, yaitu tempat keluarnya keringat,
- mengatur temperatur tubuh,
- sebagai tempat berlangsungnya respirasi.
- tempat pembentukan vitamin D dari cholesterol dan
- Pelayuan Daging Ayam Broiler
- Pembekuan Daging Ayam Broiler
- Nama dan alamat perusahaan atau nomor register
- Tanggal kadaluarsa
- Jenis ayam
- Tingkatan mutu
C. SANITASI ATAU CUCI KANDANG AYAM
- Pencucian atau pembersihan kandang ayam broiler dengan air sampai bersih dari kotoran limbah budidaya ayam sebelumnya.
- Penyemprotan kandang ayam dengan menggunakan formalin, untuk membunuh penyakit.
- Pengapuran di dinding dan lantai kandang ayam.
- Tidak sesegera mungkin membersihkannya.
- Tidak mengumpulkan semua peralatan kandang
- Tidak menimbang pakan yang tersisa dari pemeliharaan sebelumnya dan mencatatnya, lupa menghitung total ayam dan total bobot ayam broiler yang dijual,
- Tidak melakukan evaluasi perhitungan prestasi produksi ayam Broiler
D. KERUGIAN DAN KERUSAKAN YANG DIALAMI SELAMA PEMANENAN DAN PASCA PANEN AYAM BROILER.
Pada saat panen dan pasca panen Ayam Broiler, ada beberapa perlakuan pada ayam broiler yang secara langsung maupun tidak langsung bisa menyebabkan kerugian dan kerusakan. Kerugian dan kerusakan yang dialami diantaranya yaitu seperti dibawah ini :
- Ayam broiler dihabiskan dalam satu kandang tanpa menggunakan sistem tangkap pilih untuk menangkap ayam pada saat memanen bisa merugikan konsumen yang membeli karena ukuran ayam broiler yang besar dan kecil bercampur jadi satu.
- Mengantung tempat pakan ayam dan minum pada proses penyekatan bisa mengakibatkan kepala petugas yang menangkap ayam akan terbentur tempat pakan dan minum tersebut sehingga menganggu proses penyekatan.
- Penggunaan timbangan yang tidak sesuai standar bisa mengakibatkan hasil pengukuran ayam berbeda.
- Pengulitan dan pencabutan bulu ayam broiler yang masih mengunakan teknik tradisional dengan menyelupkan ayam dalam air panas membutuhkan waktu yang lebih lama. dianjurkan menggunakan mesin pencabut bulu.
- Penggunaan kotoran ayam secara langsung sebagai pupuk kompos bisa mengundang vector penyakit seperti lalat, nyamuk.
- Pengeluaran isi dalam atau jeroan yang tergesa-gesa bisa mengakibatkan pancreas pecah dan merembes ke dalam daging yg akan mengakibatkan daging ayam broiler tersebut berasa pahit.
- Penyemprotan kandang ayam dengan menggunakan formalin bisa mencemari lingkungan dan peternak itu sendiri.
Belum ada Komentar untuk "Penyakit ayam, pemberian vitamin untuk ternak ayam dan penanganan panen ayam dan pasca panen ayam "
Posting Komentar